Adi Parwa – Part I :Ditepi sungai Ganga


Hiduplah seorang raja yang bernama Santanu, raja Hastinapura. Suatu hari ia berburu dan sampailah ditepi sungai Gańga. Beliau melihat seorang wanita yang sangat cantik, laksana bidadari yang turun dari khayangan. Dihampirilah wanita itu, digenggamlah tangannya dan berkata,” kau sangat cantik, maukah kau menjadi miliku”. Ia tersenyum dan berkata,” saat aku melihatmu, aku tahu bahwa aku akan menjadi milikmu”. Tetapi ada syaratnya, kau tidak boleh melarang aku dalam keadaan apapun, saat kau membuat aku sedih aku akan pergi meninggalkannmu. Bahagia tiada terkira yang dirasakan Santanu. Wanita itu bernama Gańga.

Hari, bulan berlalu, lahirlah seorang putra calon pewaris mahkota Paurava yang agung. Bahagialah Santanu dengan kelahiran putranya itu, tetapi kebahagiaan itu tak bertahan lama, karena Gańga membawa putranya itu ke sungai Gańga dan menenggelamkannya. Kemarahan tersirat dimata Santanu melihat kejadian itu, tetapi ia ingat akan janjinya, tidak akan melarang apa yang dia lakukan dan membuatnya sedih. Hal ini terjadi lagi dan lagi hingga tujuh kali dan akhirnya Santanu tidak dapat lagi menahan amarahnya, kesabarannya telah habis, sehingga saat Gańga membawa putra yang kedelapan Santanu menghentikannya dan berkata, “mengapa engkau lakukan ini, tidak manusiawinya tindakkanmu ini”. Gańga menjawab,”Rajaku sudah tiba saatnya aku meninggalkanmu, engkau telah melanggar sumpahmu. Putra kita akan tetap hidup, aku akan membawanya dan memberikan kepadamu ketika waktunya tiba. Dia akan aku beri nama Devavrata. Hanya kesedihan yang menyelimuti Santanu saat ini. Ia kaku membisu, ia hanya memikirkan bahwa wanita yang sangat dicintainya akan pergi meninggalkannya.

Sebuah pandangan kesedihan melintas di wajah Gańga, ia berkata,”Tuanku tidakkah kau sadari bahwa aku pergi karena aku harus melakukannya, aku adalah Gańga, aku milik surga. Karena sebuah kutukan aku lahir ke dunia. Kau adalah raja Mahabhisak dikehidupan dahulu. Suatu hari kau bersama Indra diistanannya. Aku kesan dan kau melihatku dengan penuh hasrat dan aku ingin menjadi milikmu. Para dewa tidak setuju dan mereka mengirimku kebumi supaya kehidupan cinta kita bisa terwujud. Dan kedelapan putra ini adalah delapan Vasu yang dikutuk lahir kedunia, dan aku berjanji untuk membebaskan mereka dan menganuggrahkan kehidupan begitu mereka lahir. Tetapi Vasu yang kedelapan telah dikutuk untuk hidup lebih lama. Jangan bersedih Paduka, aku telah memberikan putra dan aku akan menjaganya sampai ia siap untuk menerima perannya, sebagai penerus mahkota Paurava yang agung. Gańga hilang dari pandangan. Dengan kesedihan dan keputusasaan Santanu pulang ke kerajaannya.

Bersambung… Part II : Enam belas tahun kemudian

Sumber :

– Subramaniam, Kamala.2003..Paramita.Surabaya

One thought on “Adi Parwa – Part I :Ditepi sungai Ganga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s