Pengertian Jurnalistik


Jurnalistik merupakan suatu pengetahuan yang menyangkut pemberitaan seluk beluk kejadian, peristiwa, atau gagasan yang dapat dijangkau khalayak yang luas, anonim, dan heterogen. Orang mengaitkan jurnalistik dengan pengetahuan tentang persuratkabaran, radio, televisi, film, dan  juga media yang kian marak yaitu internet. Jurnalistik dalam ilmu pengetahuan modern berkaitan dengan teori, metode, sistematika, objek studi, dan penelitian.Jurnalistik masuk dalam cabang ilmu komunikasi massa (Amerika Serikat) yang sebelumnya disebut ilmu publisistik (Eropa).

LATAR BELAKANG

Jurnalistik atau jurnalisme (journalism) secara etimologis berasal dari kata journal (Inggris) atau du jour (Prancis) yang berarti catatan harian atau catatan mengenai kegiatan sehari-hari atau bisa juga diartikan sebagai surat kabar harian. Kata journal atau de jour itu sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu diunalis yang artinya harian atau tiap hari. Berdasarkan perkembangan yang ada pada saat ini, jurnalistik dapat diartikan sebagai seluk-beluk mengenai kegiatan penyampaian pesan atau gagasan kepada khalayak atau massa melalui media komunikasi yang terorganisasi seperti surat kabar / majalah ( media cetak), radio, televise, internet (media elektronik), dan film (news –reel).Sebelum ilmu publistik diperkenalkan,akademi menyebut jurnalistik sebagai suatu studi dalam hal pernyataan umum melalui surat kabar dengan sebutan ‘pengetahuan dibidang persurat kabaran’. Dalam bahasa Jerman disebut zeitungskunde yang diperkenalkan oleh Karl Bucher (1847-1930). Setelah sisitematika, metode riset, dan peristilahannya disempurnakan, objek studinya dipertajam dan mulai diajarkan secara luas di banyak universitas namanya diubah menjadi Zeitungswissenschaft. Sosiolog berkebangsaan Jerman, Max Weber (1864-1920) ,meneliti dari aspek sosiologis yang menghasilkan dua analisis penting yaitu soal pengaruh modal dalam keredaksian dan soal kelembagaan surat kabar.

Pada tahun 1930 Zeitungswissenschaft diubah namanya oleh para ahli menjadi publizistik. Publisistik berasal dari bahasa Latin, publicare yang artinya mengumumkan. Dalam bahasa Jerman disebut publiziren yang akhirnya menjadi sebutan bagi ilmu publisistik. Walter Hagemann dalam bukunya Grundzuge der Publizistik (1947) menyebutkan plubisistik adalah suatu pengajaran tentang pernyataan umum mengenai isi kesadaran yang aktual (ist die Lehre von der offentichen aussage aktueller bewustseinsinhalte). Sementara Adinegoro dalam bukunya Publisistik dan Djurnalistik (1961) menyebutkan publisistik adalah ilmu pernyataan antar manusia yang umum dan actual serta bertugas menyelidiki secara ilmiah pengaruh pernyataan itu mulai dari yang ditimbulkan orang, sampai tersiar dalam pers, radio, dan sebagainya serta akibatnya bagi si penerima pernyataan itu.Selain itu Ahli pers belanda, H.I. Prakke menyebutkan publisistik adalah suatu ilmu yang mempelajari teknik dan problematika komunikasi terbuka tentang pernyataan actual melalui pers, film, dan radio termasuk juga televisi.

Penyelidikan publisistik di AS tidak lagi sekedar pada pernyataan umum mengenai isi kesadaran aktual (one – way traffic), melainkan lebih keproses komunikasi antar manusia (two – way traffic communication).Studi atas bentuk komunikasi juga diarahkan pada dua bidang studi, yaitu studi komunikasi social yang memperdalam kajian pada media konvensional atau tatap muka (face to face communication) dan bersifat langsung (direct communication), dan satu lagi komunikasi massa yang memperdalam kajian di bidang media massa dan bersifat tidak lansung (indirect communication).

Marquee Text Generator - http://www.marqueetextlive.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s