Makna Sloka Kakawin Ramayana I.3


Halo sobat katahindu, kalau kemaren penulis posting mengenai Makna Sloka Kakawin Ramayana III.63, sekarang penulis akan membahas Makna Sloka Kakawin Ramayana I.3

Kakawin Ramayana I.3

“ Gunamanta Sang Dasaratha
   Wruh Sira Ring Weda
   Bhakti ring Dewa Tarmalupeng Pitra Puja
   Masih Ta Sireng Swagotra kabeh “

Artinya :
Sangat bijaksanalah beliau Sang Dasaratha
   Beliau tahu tentang pengetahuan suci Weda
   Bhakti kepada para Dewa, dan tidak pernah lupa pemujaan terhadap leluhur
   Demikian pula kasih sayang sesama mahluk dan keluarganya.

       Seorang pemimpin mempunyai peranan penting dalam suatu bangsa dan negara. Ibarat sebuah pesawat pemimpin adalah pilot. Pilot  membawa para penumpang ke tempat tujuan, demikian pula seorang pemimpin membawa bangsa dan negaranya untuk mencapai tujuan yang dirumuskan bersama. Oleh karena itu hendaknya seorang pemimpin berlaku bijaksana dalam menjalankan tugas dan kewajibannya, termasuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi. Dengan kebijaksanaan inilah pemimpin mampu menjadi sosok yang disegani masyarakat. Salah satu modal dasar yang dibutuhkan agar dapat berlaku bijaksana adalah pengetahuan suci Veda. Dengan mengetahui pengetahuan suci Veda, seseorang akan mendapat arahan untuk menjalani hidup ini dengan sebaik mungkin, dengan berlandaskan dharma. Demikian pula seorang pemimpin, Veda juga mengajarkan ilmu tentang kepemimpinan yaitu Nitisastra. Ilmu pengetahuan Veda menjadi modal awal untuk membentuk pribadi yang bijaksana, karena kebijaksanaan seorang pemimpin dapat diukur dari sejauh mana pengetahuan tentang dharma yang mereka pahami dan diterapkan dalam kehidupan sehingga memberikan manfaat bagi rakyatnya.

         Menjadi pemimpin yang baik dan bijaksana tentunya tidak hanya timbul dari diri sendiri, tetapi ada peran serta orang-orang yang lebih dahulu dari kita (leluhur) dan juga Tuhan YME. Maka penghormatan kepada leluhur dan Tuhan YME wajib dilaksanakan sebagai wujud terimakasih dan bhakti kepada beliau. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan Deva Yajna yaitu persembahan yang suci dan tulus ikhlas kepada para Deva dan juga Pitra Yajna yaitu persembahan suci dan tulus ikhlas kepada para leluhur.

          Selain menghormati dan berbhakti kepada Deva dan leluhur, pemimpin juga harus menghormati dan menyayangi masyarakat atau rakyatnya serta keluarganya. Menyayangi masyarakat dapat dilakukan dengan memberikan pelayanan yang baik, mewujudkan aspirasi masyarakat yang sifatnya membangun dan juga memberikan keamanan serta kenyamanan dalam bermasyarakat. Didalam Hindu kita mengenal Tat Tvam Asi yang berarti aku adalah kamu, kamu adalah aku, kita sebenarnya adalah sama. Menyayangi sesama makluk didunia ini menjadi salah satu sifat yang patut dimiliki oleh seorang pemimpin. Terutama pemimpin Hindu yang mengerti konsep Tat Tvam Asi ini.

          Seorang pemimpin hendaknya melakukan Dharma Negara dan Dharma Agama secara berdampingan, sehingga pemimpin dapat dijadikan sebagai panutan dan tempat berlindung bagi masyarakatnya. Hakekat Dharma Agama adalah memberikan kekuatan pengetahuan spiritual bagi pelasksanaan Dharma Negara. Teguh dalam melaksanakan Dharma Agama akan mendorong untuk melaksanakan Dharma Negara yang baik dan benar. Demikian pula sebaliknya dengan melakukan Dharma Negara yang baik dan benar akan semakin menguatkan spiritual atau Dharma Agama. Oleh karena itu Dharma Negara dan Dharma Agama harus dilaksanakan secara seimbang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s